Showing posts with label Interview. Show all posts
Showing posts with label Interview. Show all posts

Wednesday, December 2, 2015

Contoh Pertanyaan Interview Kerja Bahasa Inggris

Pertanyaan interview kerja merupakan momen yang paling ditunggu serta yang paling penting bagi para pencari kerja. Tidak hanya persiapan skrip interview kerja, tetapi juga kerapian penampilan serta mental kamu. Walaupun sebelumnya kamu adalah mahasiswa yang pandai dan memiliki Indeks Prestasi sempurna, ketika melakukan tes interview kamu mengalami grogi berlebihan dan tak dapat mengatur diri, maka bisa jadi momen ini akan terlewatkan begitu saja.

Saat interview kerja, dibutuhkan sebuah persiapan yang matang. Sebab kesiapan kita dalam menjawab pertanyaan akan menentukan apakah kita gagal atau berhasil. Tes interview pada umumnya cenderung sama, baik menggunakan bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Pertanyaan yang diajukan pun tak jauh berbeda.

Saat ini, baik perusahaan lokal maupun perusahaan asing sudah mulai melakukan tes interview menggunakan bahasa Inggris. Seiring dengan kemajuan zaman dan perkembangan ekonomi di Indonesia, kemampuan bahasa Inggris menjadi hal yang seolah-olah wajib dimiliki oleh setiap karyawan.

Contoh Pertanyaan Interview Kerja Bahasa Inggris


Jika kamu mendaftar di perusahaan yang mensyaratkan harus memiliki kemampuan bahasa Inggris, dan ketika sesi tes interview diharuskan menggunakan bahasa Inggris, berikut beberapa contoh pertanyaan dan tips interview yang sering diberikan untuk dapat membantu kamu mempersiapkan diri sebelum melakukan tes interview bahasa Inggris. 

1. “Please introduce yourself!”
Pertanyaan ini adalah pertanyaan general yang biasa ditanyakan, baik dalam interview bahasa Indonesia maupun bahasa Inggris. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu tidak harus menjelaskan siapa dirimu, namun lebih kepada latar belakang pendidikan dan kelebihanmu.

Contoh jawaban yang bisa diajukan adalah“My name is Hana, I am a civil engineer, graduated with honor from University of Indonesia. Even though I’m a fresh graduate, I have experiences as an intern in construction company…” 

Baca juga: Pertanyaan wawancara kerja"coba ceritakan tentang diri Anda"

2. “What is your motivation applying here?”
Pewawancara ingin mengetahui jawaban kamu tentang kenapa kamu tertarik terhadap pekerjaan ini. Jawablah dengan singkat dan jelas. Berikan keyakinan bahwa kamu tertarik dengan perusahaan tersebut karena memiliki pengalaman yang cukup dan kemampuan tambahan yang dapat menunjang pekerjaanmu di perusahaan tersebut.

Cara menjawab interview ini adalah “Your company is one of my top choices, and I come here because my experiences and interests are quite useful for this agriculture company. I can handle jobs in laboratory controlling seeds quality and also, I have ever been an intern in agriculture company. So you can trustme in handling this position.

3. “Do you have any ambitions in your life that you want to achieve?”
Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar keinginan dan target yang ingin kamu dapatkan melalui pekerjaanmu. Jangan pernah menjawab dengan jawaban yang tidak relevan dengan pekerjaanmu. Misalnya, menjawab tentang target untuk menikah, atau target untuk dapat membeli mobil baru. Jawablah dengan jawaban yang logis terkait dengan pekerjaanmu. 

Cara menjawab interview ini adalah, “Within 4-5 years, I am going to generate your company as the top 5 food producer companies in Indonesia. As a sales and marketing team, I will improve my marketing strategy to help this company branding to be includedto the wider market.”

4. “Please tell me about your strength and weakness.”
Dalam interview bahasa Inggris maupun bahasa Indonesia, pertanyaan mengenai kelebihan dan kekurangan diri pasti akan muncul. Dalam menjawabnya, lakukanlah dengan singkat tanpa berbelit-belit. Jujurlah dalam menjawab pertanyaan tersebut, kaitkanlah kelebihan dan kekuranganmu dengan jenis pekerjaan yang kamu inginkan. Jangan terlalu berlebihan saat menjelaskan kelebihan diri. Ceritakan tentang kekuranganmu beserta dengan kiat-kiatmu mengatasinya. 

Cara menjawab interview ini adalah, “My strength is my strong will to achieve the targets that I make. And I always do anything with a happy feeling. I’m also cheerful and communicative. I can persuade people to do what I want, happily. Moreover, I am a perfectionist, I want everything to be perfect. But, I can use my weakness as my other strength by managing it well. So you don’t have to be worry about it.”

5. “Do you have any ideas or strategies to develop this company?”
Untuk mengetahui seberapa serius kamu dengan pekerjaan tersebut, beberapa pewawancara akan menanyakan pertanyaan ini untuk mengetahui seberapa jauh pengetahuan dan kemauanmu terhadap pekerjaan dan perusahaan tersebut. 

Cara menjawab interview ini adalah, “With my background as an architect, I will make some unique designs that will be your company signatures. I have good ability in building and urban design. I believe, with that new personal branding, customer will prefer to give the project to us.”

6. “Do you have any other skills that will support your work?”
Sebagai seorang fresh graduate yang belum memiliki pengalaman kerja, kamu harus memiliki strategi untuk dapat “menjual diri.” Salah satunya adalah dengan menunjukkan kelebihan kamuyang tidak berkaitan dengan latar belakang pendidikan kamu, tapi dapat bermanfaat bagipekerjaan tersebut. Misalnya, kamu memiliki kemampuan dalam mengoperasikan software komputer tertentu atau memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa asing.

Cara menjawab interview ini adalah, “Yes of course. Beside English and Indonesian, I also speak German, Japanese, Dutch and French. I also have computer skills. I can operate MS Office, Corel Draw, Adobe Photoshop, and the internet.”

7. “What is your expected salary?”
Pertanyaan tentang gaji merupakan pertanyaan yang paling ditunggu saat interview. Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu sebelumnya harus tahu tentang standar gaji untuk jenis pekerjaan tersebut. Jangan mematok gaji yang terlalu tinggi hanya karena kamu lulusan dari universitas ternama. Untuk suatu jenis pekerjaan, perusahaan pada umumnya akan memberikan standar gaji yang sama bagi seluruh pegawai fresh graduate tanpa pengalaman kerja, baik yang berasal dari universitas ternama ataupun bukan.

Cara menjawab interview ini adalah, “I am here to look for promotional opportunities, salary is not the most important issue forme. , I believe the company will propose a fair and consistent salary in accordance with the abilities of the job seeker and fresh graduate like me.”

Baca juga: Jangan langsung menolak tawaran gaji dibawah standar

Demikianlah beberapa contoh pertanyaan interview  bahasa Inggris yang paling sering ditanyakan. Jangan lupa untuk selalu rendah hati dalam menjawab pertanyaan dan persiapkan diri kamu sebaik mungkin. Selamat mencoba dan semoga berhasil! [sumber AnakUI.com

Saturday, November 7, 2015

Cara Menjelaskan "Apa Kelemahan Anda" Saat Interview Kerja

Saat interview kerja, setiap kandidat ingin memberikan jawaban terbaik untuk pewawancara. Tak heran, sebisa mungkin para kandidat berusaha menutupi kekurangan dan kelemahan dengan prestasi yang dimilikinya.

Meski demikian, tidak punya kelemahan tentu mustahil karena tak ada manusia yang sempurna.

Menjawab Pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" Saat Interview Kerja


1. Gunakan kelemahan yang bisa memperkuat pekerjaan

Dikutip dari Careerealism, salah satu contoh kelemahan pada seseorang adalah ketidaksabaran. Ketidaksabaran merupakan kelemahan yang dapat menyebabkan berbagai masalah dan membuat orang tidak mengapresiasi sikap ini.

Namun, pada pekerjaan marketing, ketidaksabaran bisa memberikan keuntungan. Sifat ini akan mendorong untuk bekerja cepat dari orang lain agar target segera terpenuhi. Kamu juga bisa menjelaskan bahwa tidak tahan dengan orang yang kerjanya lama, sehingga kamu dianggap berdedikasi untuk menyelesaikan sesuatu.

2. Sampaikan kelemahan dan cara mengelolanya

Misalnya, kamu punya kelemahan ceroboh atau kurang teliti. Kemudian, kamu menjelaskan bahwa melakukan berbagai cara, seperti menggunakan pengingat, aplikasi, atau membuat daftar supaya tidak ada hal yang terlewat. Menggunakan alat atau cara yang kreatif menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang peka, proaktif, dan punya kemauan menghadapi masalah.

3. Jangan gunakan kelemahan yang sudah berhasil diselesaikan

Memberitahukan kelemahan yang sudah bisa kamu selesaikan berarti melakukan kebohongan. Sebab, hal itu bukan menjadi masalah bagi dirimu lagi.

Demikian  Cara Menjelaskan "Apa Kelemahan Anda" Saat Interview Kerja ini dikutip dari Okezone.com

Saturday, November 1, 2014

Trik Super Efektif Menghadapi Wawancara

jobsDB.com - Wawancara merupakan proses penting untuk mendapatkan pekerjaan. Berhasil tidaknya Anda mendapatkan pekerjaan salah satunya ditentukan oleh proses wawancara. Banyak mereka yang mempunyai kemampuan diatas rata-rata atau genius, tetapi gagal dalam proses ini.

Sikap dan karakter diri Anda, kematangan Anda dalam berfikir, atau bahkan persiapan yang Anda lakukan untuk menghadapi wawancara secara langsung akan mempengaruhi hasil dari wawancara. Berikut trik super efektif dalam menghadapi wawancara, baik wawancara pertama Anda maupun bagi Anda yang sudah sering melakukan wawancara.



1. Tiba lebih awal. Rencanakan untuk tiba lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Dengan waktu yang masih tersisa sebelum wawancara, Anda dapat gunakannya untuk mengatur emosi, mengontrol stres yang tidak perlu, mengumpulkan pikiran agar tetap fokus, dan menyempurnakan persiapan Anda lainnya seperti pakaian dan make up Anda.

2. Jabat tangan interviewer dengan tegas dan biarkan interviewer memulai pembicaraan. Saat Anda bertemu dengan interviewer , pandanglah kedua matanya dan jabatlah tangannya dengan tegas. Interviewer akan mengetahui karakter Anda melalui cara Anda berjabat tangan. Berikan kesempatan kepada interviewer untuk memulai pembicaraan. Misalnya menanyakan nama Anda, menjelaskan tugas Anda, dan posisi Anda. Hal ini akan memberikan kempatan kepada Anda untuk mencerna informasi dari interviewer.

3. Berikan jawaban yang singkat dan jelas. Dalam sebuah wawancara ada beberapa pertanyaan kunci yang sebaiknya Anda jawab dengan singkat namun jelas. Contohnya “Apa yang menjadi alasan Anda untuk hengkang dari perusahaan sebelumnya?”, “Apa yang menjadi kelebihan dan kekurangan Anda?”, “Kesalahan apa yang pernah Anda perbuat dan bagaimana mengatasinya?” dan sebagainya. Usahakan Anda menjawab semua pertanyaan yang diberikan sesuai dengan jalur dan jangan memberikan jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan baru atau membingungkan interviewer.

4. Aktif dalam percakapan. Ciptakan hubungan yang akrab dengan interviewer dan ajukan pertanyaan yang berhubungan dengan pekerjaan yang Anda lamar. Misalnya peraturan perusahaan, kebijaksanaan perusahaan yang Anda dapatkan jika diterima untuk bekerja (Jamsostek, tunjangan hari raya, dll).

5. Tetap rendah hati. Walaupun Anda sudah cukup berpengalaman, terapkanlah sikap rendah hati. Jangan sampai Anda meremehkan persyaratan dan pertanyaan yang diberikan oleh interviewer. Jawab pertanyaan dengan senyuman dan jawaban yang mengesankan. Sikap rendah hati akan sangat disukai walaupun Anda sudah mempunyai segudang pengalaman kerja karena hal inilah yang mencerminkan sikap Anda nantinya jika Anda diterima untuk bekerja.

6. Perlihatkan minat dan semangat. Ekspresi wajah Anda akan sangat berpengaruh pada kesan interviewer terhadap Anda. Ekspresi yang monoton tidak akan membuat interviewer berminat dan yakin akan kemampuan Anda. Cerikan tentang pengalaman yang telah anda jalani dengan ekspresi yang bersemangat dan yakinkan interviewer bahwa Anda akan sukses melakukan pekerjaan yang baru nantinya berkat pengalaman dimasa lalu.

7. Menetapkan harapan Anda. Pada umumnya, sebelum dilakukannya wawancara Anda diharuskan mengisi formulir interview yang berisikan informasi tambahan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menyeleksi kandidatnya, termasuk salary dan fasilitas yang diharapkan. Jangan mematok harga yang tidak rasional. Lebih bijak jika Anda megukur terlebih dahulu kemampuan Anda bukan mengikuti keinginan Anda, lalu simpulkan seberapa layak Anda mendapatkan salary dan fasilitas jika Anda diterima untuk bekerja di perusahaan tersebut. Jangan lupa untuk mencari informasi standard salary perusahaan dari karyawan, internet dan beberapa buku panduan lainnya. Contohnya, untuk standar gaji lulusan S1, D3, SMA sederajat dan sebagainya. Lebih banyak informasi yang Anda dapatkan akan lebih mematangkan persiapan Anda untuk wawancara.

8. Jangan menceritakan kelemahan perusahaan sebelumnya. Ada beberapa interviewer yang memancing peserta wawancara untuk mencari selah agar Anda mencerikan kelemahan perusahaan dimana Anda bekerja sebelumnya. Hindari menceritakan kelemahan perusahaan, atasan bahkan lingkungan kerja Anda sebelumnya. Ada beberapa asumsi dari sang interviewer jika Anda terpancing dengan pertanyaan ini “Jika Anda mengundurkan diri dari perusahaannya, akan sangat memungkinkan jika Anda juga akan menceritakan kelemahan perusahaannya” Agar tidak terpancing dengan tipe pertanyaan seperti ini, persiapkanlah jawaban Anda sebelum menghadapi wawancara. Ingat, Bukan berarti Anda harus berbohong untuk menutupi kelemahan perusahaan sebelumnya. Intinya buatlah jawaban yang sekreatif mungkin dan tidak manipulatif.

9. Ucapkan terima kasih dan follow up. Setelah wawancara selesai jangan lupa ucapkan terima kasih pada interviewer karena Anda telah diberikan kesempatan untuk wawancara meskipun Anda nantinya tidak diterima bekerja di perusahaan tersebut atau tidak tertarik pada pekerjaaan tersebut. Dan jangan lupa untuk follow up, sejauh mana hasil dari wawancara. Anda bisa menghubungi perusahaan untuk menanyakan hasil wawancara.

Anda harus berjiwa besar jika Anda tidak diterima untuk bekerja, tetapi setidaknya Anda mendapatkan pengalaman dan ilmu dari wawancara tersebut, sehingga Anda akan mempunyai gambaran dan dapat mengantisipasi apa yang akan terjadi dikemudian hari jika Anda menghadapi wawancara.

Remember ! Kegagalan adalah proses dari pembelajaran.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...

Thursday, May 1, 2014

Menilai Sendiri Apa Kelebihan dan Kekurangan Anda.!

Menilai Sendiri Apa Kelebihan dan Kekurangan Anda.! - Berikan nilai 1 – 5 pada tiap pernyataan dibawah ini:

5 poin : selalu
4 poin : sering
3 poin : kadang – kadang
2 poin : jarang
1 poin : tidak pernah
  1. Anda adalah orang yang cerdas. Anda selalu tepat mengerjakan instruksi dan menyelesaikan pekerjaan sesuai arahan.
  2. Anda adalah orang yang inisiatif. Anda bekerja tanpa menunggu perintah dan biasa bekerja secara independen.
  3. Anda adalah orang yang tepat waktu. Anda menyelesaikan tugas tepat waktu dan selalu hadir pada setiap pertemuan.
  4. Anda bijaksana. Anda dapat mengambil keputusan dan melakukan tindakan yang benar saat berurusan dengan orang lain.
  5. Anda mengikuti aturan. Anda mengikuti semua peraturan perusahaan
  6. Anda adalah seorang penilai yang baik. Anda dapat memisahkan antara hal yang perlu dan tidak perlu.
  7. Anda seorang pembicara yang baik. Cara Anda berbicara dapat meninggalkan kesan bagi orang lain.
  8. Anda penuh perhitungan. Anda selalu memikirkan akibat dari tindakan yang Anda lakukan.
  9. Anda adalah seseorang yang sehat. Anda jarang sakit dan selalu penuh semangat.
  10. Anda akurat. Anda selalu memperhatikan hal kecil dan menyusun pekerjaan sesuai urutan
  11. Anda seorang yang jujur. Anda tidak suka mengambil keuntungan yang tidak jujur dari perusahaan
  12. Anda rajin. Anda menikmati waktu sibuk Anda dan selalu mencari hal yang dapat dikerjakan.
  13. Anda setia. Anda merasa terikat pada perusahaan dan rekan kerja Anda.
  14. Anda gigih. Anda selalu menyelesaikan pekerjaan dan melakukan follow up secara berkala.
  15. Anda penuh percaya diri. Anda tahu apa tujuan hidup Anda dan percaya hal tersebut dapat diraih.
  16. Anda mampu menyelesaikan masalah. Anda tenang dibawah tekanan dan krisis.
  17. Anda seorang yang ceria. Anda senang bergurau, fleksibel dan murah hati. Anda selalu tersenyum.
  18. Anda penuh antusias. Anda bersemangat untuk mengerjakan tugas baru dan dilatih untuk menyelesaikannya.
  19. Anda selalu memikirkan karier. Anda tidak pernah keberatan untuk menghabiskan waktu lebih untuk bekerja.
  20. Anda kreatif. Anda suka memberikan ide tetapi tidak suka perintah dan rutinitas.
  21. Anda mudah beradaptasi. Anda adalah orang yang mudah bergaul dengan orang lain, tempat baru, dan perubahan lainnya.
  22. Anda berpikiran terbuka. Anda menerima kritik dengan lapang dada dan tanpa dendam.
  23. Anda suka membantu. Anda suka menawarkan bantuan kepada orang lain tanpa orang lain meminta terlebih dahulu.
  24. Anda efisien. Anda menyelesaikan pekerjaan Anda tepat waktu dengan sumber daya secukupnya.
  25. Anda sopan. Anda memiliki sopan santun dan tidak pernah menyinggung perasaan orang lain.
  26. Anda dapat diandalkan. Anda memberikan kontribusi dan melakukan rutinitas tanpa harus diberi perintah.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...
 
Sumber: career-jobstreet

Wednesday, April 30, 2014

Negosiasi gaji, jangan langsung menolak tawaran yang jauh di bawah standar

Negosiasi gaji - Setelah tahap interview akhir biasanya dilanjutkan dengan negosiasi gaji. Hal ini merupakan tantangan tersendiri dan termasuk hal yang sangat penting untuk karier kita. Biasanya perusahaan mempunyai standar gaji dalam bentuk range. Dalam negosiasi, yang perlu diperhatikan bahwa kita memperoleh range yang tertinggi dan mempunyai benefit lain seperti tunjangan kesehatan, bonus atau pun informasi mengenai peninjauan gaji berkala atau pun peninjauan setelah masa percobaan.

Sebelum wawancara disarankan untuk memperoleh informasi mengenai range gaji yang mungkin ditawarkan. Informasi gaji dapat dilakukan dengan mencari tahu pada kolega yang telah bekerja di perusahaan tersebut atau di perusahaan lain yang mempunyai industri dan skala perusahaan yang sama. Cara lain dengan mencari informasi di institusi yang skala berkala mengelurakan hasil survey mengenai gaji baik melalui internet, asosiasi profesi atau pun media lainnya. Setelah memperoleh informasi, tentu saja mudah bagi kita untuk menyebut range angka pada saat interview dan tentu saja dapat diutarakan bahwa angka itu masih negotiable. Hal ini jauh lebih baik, bila kita menyerahkan masalah ini kepada perusahaan, karena pada kenyataannya banyak dari pelamar tidak dapat menyebut angka gaji yang diharapkan.


Pada saat wawancara, tidak disarankan untuk langsung menolak penawaran yang jauh di bawah standar yang kita inginkan. Ucapkan terima kasih atas penawarannya dan tanyakan apakah ada benefit lain dapat diperoleh. Bila kita masih mau pertimbangkan, disarankan untuk meminta waktu untuk berpikir 1 atau 2 hari sebelum menolak. Tetapi kalau sudah jelas kita tolak, ucapkan terima kasih dan hindari untuk putus hubungan sama sekali.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...

by Franz Dirgantoro – Country Manager Jobstreet.com












Tuesday, April 29, 2014

Tips Untuk Wawancara Kerja yang Sukses

Tips Untuk Wawancara Kerja yang Sukses - Jika anda diundang untuk wawancara kerja (interview), siapkan curiculum vitae sebaik mungkin. Wawancara biasanya paling lama berlangsung selama 30 menit sampai satu jam, dan mungkin disertai juga dengan penjelasan singkat mengenai tanggung jawab pekerjaan Anda nantinya.

Seperti dikutip dari laman resmi Sampoerna.com berikut adalah beberapa tips agar Anda bisa sukses dalam sesi wawancara. Persiapkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di bawah:
  • Apa saja kelebihan yang saya miliki dan keuntungan apa yang dapat saya berikan ke perusahaan ini? [menilai sendiri kelebihan dan kekurangan Anda]
  • Apa yang telah Saya pelajari dari kesuksesan maupun kegagalan Saya di masa lalu?
  • Area mana saja dari diri Saya yang masih dapat ditingkatkan?

Kenali perusahaannya

Berusaha mencari tahu segala hal mengenai perusahaan tempat anda diwawancara adalah penting. Anda dapat mencari informasi mengenai posisi apa yang ditawarkan. Anda juga bisa mencari informasi mengenai riwayat perusahaan, apa saja produknya dan apa saja keberhasilannya.

Jangan takut bertanya

Anda dapat menanyakan beberapa hal yang Anda anggap penting ke pewawancara Anda. Tanyakan semua secara singkat, jelas dan padat, tanpa mengurangi esensi dari pertanyaan itu sendiri.

Percaya Diri

Dengan mengundang Anda untuk interview, perusahaan menilai bahwa Anda memang memiliki potensi untuk mengisi posisi tersebut. Iniliah nilai jual Anda dan dari hal iniliah Anda dapat membangun kepercayaan diri Anda.

Mendengar

Dalam sesi wawancara, Anda tidak hanya harus menceritakan detil mengenai pengalaman atau nilai jual Anda, tetapi Anda juga harus mendengar secara seksama apa saja yang ditawarkan perusahaan.

Persiapan yang Baik

Baca iklan lowongan dengan baik, Di sana Anda dapat menemukan informasi mengenai apa saja tanggung jawab Anda nantinya. Datang lebih awal dari jadwal. Apabila Anda akan terlambat, lebih baik Anda segera menginformasikannya kepada pewawancara.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...
 

Thursday, April 24, 2014

Pertanyaan wawancara kerja "Coba Ceritakan Tentang Diri Anda.!"

Pertanyaan wawancara kerja "Coba Ceritakan Tentang Diri Anda.!" - Pertanyaan ini yang paling sering ditanyakan pada awal job interview. Tips menjawab pertanyaan ini sebaiknya tidak lebih dari dua menit. Jika lebih dari dua menit, kemungkinan orang yang menginterview mulai bosan. Karena pertanyaan ini sering sekali keluar, sebaiknya Anda tulis jawabannya di kertas agar lebih mudah mengingatnya pada saat interview.

Di bawah ini ada beberapa contoh jawaban berdasarkan situasi pelamar kerja yang berbeda.

Situasi pertama: Jika akan masuk kembali ke bursa kerja setelah sekian lama tidak bekerja lagi, jawaban yang bisa diberikan adalah:

Baca juga: Cara jitu menjawab pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" pada saat wawancara 
“Beberapa (bulan atau tahun) terakhir ini saya menjadi freelancer dalam beberapa proyek baik itu yang bersifat profit maupun sosial. Hal ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi saya terutama dalam mengasah kemampuan berorganisasi sekaligus skill bisnis saya. Saya optimis pengalaman saya selama ini di dapat menjadikan saya karyawan yang lebih efektif”
Situasi kedua: Jika Anda ingin pindah kerja dari tempat sebelumnya dan mencoba melamar di perusahaan baru, alternatif jawaban yang bisa anda berikan adalah:
“Setelah bekerja di … [sebutkan nama perusahaan/organisasi] selama [sebutkan masa kerja Anda] sebagai ….[sebutkan posisi] dan terus menaiki tangga karir di sana. Setelah melakukan beberapa evaluasi saya sadar bahwa saya harus mengubah arah karir untuk lebih memaksmialkan kemampuan pribadi saya sekaligus memberikan kemampuan saya pada perusahaan yang lebih relevan dengan kemampuan dan gairah pribadi saya. Karena itu sekarang saya ingin bekerja di Perusahaan/lembaga ini”

Baca juga: Daftar pertanyaan yang paling sering diajukan saat wawancara kerja

Situasi ketiga adalah Anda seorang Fresh Graduate dan ini adalah calon pekerjaan pertama Anda. Alternatif jawaban yang bisa Anda sampaikan: 
“Setelah lulus dari Universitas ABC dari jurusan … [sebutkan bidang studi Anda], saya menerima tawaran kerja dari beberapa lembaga/perusahaan. Namun tawaran tersebut tuntuk sementara harus saya tangguhkan karena saya ingin sekali memulai perjalanan karir di Perusahaan/lembaga ini. Anda tahu, betapapun tidak pastinya suatu cita-cita namun itu akan lebih menggairahkan daripada kepastian yang tidak terlalu kita inginkan. Karena cita-cita itulah saya memutuskan untuk melamar ke tempat Anda.”
Dalam praktik tentu saja akan terjadi banyak sekali kemungkinan kondisi—tidak terbatas pada tiga kondisi ini. Namun setidaknya ketiga skenario ini—lama tidak bekerja, ingin berpindah tempat kerja dan fresh graduate—bisa mewakili dari sekian banyaknya kemungkinan.
Anda bisa mengacu pada alternatif jawaban-jawaban ini dengan memodifikasinya sehingga lebih relevan dengan kondisi Anda dan perusahaan (juga pewawancara) yang Anda hadapi.

Baca juga: Jangan langsung menolak tawaran gaji dibawah standar 

Ingat: ini adalah prolog! Selesaikanlah pertanyaan ini sesingkat dan sejelas mungkin karena kita tidak ingin kehabisan waktu dan melewatkan pertanyaan selanjutnya yang jauh lebih substansial dan menentukan.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...

Dikutip dari, pertanyaanwawancarakerja.com, dan indojobhunter.com

Friday, March 21, 2014

Cara menjawab pertanyaan wawancara kerja tentang “Berapa Gaji Yang Anda Harapkan?”

Pertanyaan wawancara kerja paling menjebak adalah mengenai besaran gaji, sekilas memang nampak mudah dijawab, tetapi tahukan Anda ketika jawaban yang kita berikan tidak tepat? Jawaban yang salah menimbulkan penilaian negatif terhadap diri kita, inilah salah satu penyebab banyak calon karyawan di tolak/ tidak lulus.

Pertanyaan tentang gaji saat tes wawancara kerja sangat lazim dan sering ditanyakan oleh interviewer. Untuk pertama kalinya saya pernah ditanyakan demikian saat wawancara kerja di sebuah lembaga pendidikan Bahasa Inggris di Lhokseumawe. Mulanya pertanyaan yang diajukan seingat saya seperti ini “Berapa besaran gaji Anda saat bekerja di perusahan sebelumnya?, Jika Anda kami beri gaji lima ratus ribu perbulannya apakah Anda mau?”. Atau Anda pernah ditanya “Jika Anda diterima bekerja di perusahaan ini berapa gaji yang Anda harapkan?” , saya juga masih bingung untuk menjawabnya karena pertanyaan ini baru pertama kali di ajukan selama beberapa kali mengikuti proses interview.

Baca juga: Cara jitu menjawab pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" pada saat wawancara

Menghindari kesalahan saat negosiasi gaji


Setiap orang menyukai tawaran pekerjaan, namun hanya sedikit orang yang menyukai tahapan negosiasi gaji. Dengan penuh kekhawatiran Anda akan meminta terlalu banyak atau terlalu sedikit, interviewer akan menganggap rendah kualifikasi kita, atau tidak tahu bagaimana menilai tawaran mereka.

Sebenarnya negosiasi gaji tidak terlalu menyulitkan asal Anda mau menghindari beberapa kesalahan berikut ini:

1. Tidak siap

Pada kondisi tertentu hampir kebanyakan perusahaan bertanya mengenai besaran/kisaran gaji yang Anda cari. Mungkin pertanyaan ini muncul saat mereka pertama kali menelpon Anda, Jika Anda tidak siap menjawabnya interviwer menganggap kualifikasi Anda rendah.

2. Biarkan perusahaan menawarkan gaji berdasarkan gaji Anda sebelumnya

Tujuannya agar perusahaan bisa mencari tahu besaran gaji yang sesuai bagi Anda, usahakan agar pewawancara tidak mengetahui sejarah gaji Anda, jika tidak mampu untuk melakukannya beri alasan bahwa Anda mematok nilai rendah pada gaji sebelumnya karena Anda menaruh kepedulian besar pada pekerjaan yang sedang Anda lamar.

3. Berbohong tentang gaji sebelumnya

Kebanyakan pencari kerja mengatakan saat ini mendapat gaji lebih besar dari yang sebenarnya didapat. Cara seperti itu tidak akan membuat perusahaan memberi gaji yang lebih banyak, berhati-hatilah hal ini dapat menjadi bumerang karena perusahaan akan memverifikasi sejarah gaji Anda.

Carilah referensi besaran gaji Anda di website pencarian kerja seperti jobstreet.co.id dan sebagainya.

Baca juga: Daftar pertanyaan yang paling sering diajukan saat wawancara kerja

4. Bermain-main

Jika Anda menolak menjawab berapa besar gaji yang Anda inginkan bisa jadi perusahaan akan beralih ke kandidat berikutnya. Selama Anda ramah dan profesional, pihak perusahaan tidak akan menarik kembali tawaran pekerjaan hanya karena Anda menegosiasikan gaji.

5. Tidak mempertimbangkan faktor lain di luar gaji

Setiap kita memiliki standar tersendiri dan tidak akan mau menerima gaji kecil, tetapi kesalahan yang kerap dilakukan adalah karena tidak mempertimbangkan fasilitas di luar gaji, misalnya dana pensiun, asuransi kesehatan, dll. Bermacam tunjangan yang diberikan akan menghemat pos pengeluaran Anda.

Tips menjawab “berapa gaji yang Anda harapkan” bagi fresh graduate.

Bagi fresh graduate saya sarankan menjawab denga "mengenai gaji saya serahkan kepada perusahaan, karena saya yakin perusahaan memiliki standar gaji untuk karyawan yang sesuai dengan posisi, tugas serta tanggung jawabnya".

Dalam wawancara perusahaan mencari orang yang paling tepat atau paling mendekati sesuai ‘kebutuhan’ perusahaan. Selain disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan, penerimaan tenaga kerja juga disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Pembicaraan besaran gaji biasanya dilakukan di akhir wawancara. Di sini biasanya perusahaan akan menanyakan gaji yang diminta kandidat. Tapi bisa juga luput dari pertanyaan. Atau, justru itu trik untuk tidak ditanyakan akibat saking tertariknya atau sebaliknya, tidak tertarik pada kandidat.

Kita boleh saja bertanya langsung mengenai plafon perusahaan, kira-kira berapa imbalan yang akan diterimanya jika sudah bekerja. Dengan bahasa standar, pertanyaan tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi pewawancara. Jadi wajar saja menanyakan standardisasi gaji perusahaan. Justru dengan bertanya demikian, kandidat akan mudah mempertimbangkan nilai gaji yang diinginkan.

Kita harus punya kisaran gaji kira-kira berapa, dan bermainlah dalam kisaran tersebut. Jangan berspekulasi dan mencoba-coba menyampaikan permintaan gaji di atas atau di bawah. Ukur besarnya gaji yang diminta sesuai kemampuan kerja. Jangan sembarang menetapkan nilai, tapi sampaikan berdasarkan pertimbangan-pertimbangan pribadi: kemampuan kerja, referensinya bagaimana, dengan memperbandingkan dari sejumlah informasi. Kita juga harus mempertimbangkan kebutuhan kita untuk transportasi dan uang makan. Berapa jumlah yang dibutuhkan di luar gaji pokok?

Saat ada panggilan wawancara, segera perhitungkan ongkos transportasi dan makan. Jangan sampai salah hitung hingga belakangan baru kaget gajinya terlalu kecil, lalu baru sebulan memilih mundur. Hal semacam ini tidak fair karena perusahaan mencari tenaga dengan harapan bisa mendapatkan tenaga kerja jangka panjang.

Baca juga: Pertanyaan wawancara kerja "Coba Ceritakan Tentang Diri Anda.!"

Tanyakan juga soal tunjangan yang bakal didapat selama bekerja. Misalkan, tunjangan kesehatan. Untuk permintaan tunjangan ini, kandidat berpengalaman kerja bisa bercermin dari perusahaan sebelumnya. Sebaliknya bagi yang belum perpengalaman, bisa tanya-tanya dulu soal poin-poin tunjangan yang biasanya diberikan perusahaan tersebut apa saja.

Perlu diingat dan dicamkan

Kandidat belum berpengalaman sebaiknya jangan menanyakan nilai gaji yang diminta. Fresh graduate tidak puya nilai jual. Sebesar apapun kompetensinya, tetap saja belum pernah diimplementasikan di dunia kerja. Belum pernah diketahui berapa besar kontribusinya di dunia kerja. Jadi jangan sampai menyampaikan nilai gaji yang dinginkan.

Lalu bagaimana jika ada pertanyaan berapa gaji yang diminta? “Jawab saja: Saya yakin perusahaan akan memberikan yang terbaik kepada saya ketika saya memberikan kontribusi terbaik pada perusahaan.

Tetapi biasanya di sini kandidat terjebak karena dipaksa menyebutkan nilai gaji. Di sinilah kandidat perlu mengetahui standardisasi gaji di daerah. Misalnya untuk lulusan SMA di Jabodetabek Rp 1,3 juta ke atas (sesuai UMP), D-3 Rp 1,5 juta ke atas, dan S-1 adalah Rp 1,8 juta ke atas.

Kandidat juga perlu memahami profile company perusahaan, karena ada perusahaan yang memang memberikan gaji tinggi dan ada yang memang standar gajinya kecil.

Sekarang bagaimana? apakah Anda sudah siap untuk menjawab pertanyaan yang akan diajukan oleh interviewer mengenai gaji? Saya yakin sekali pasti Anda sudah siap. Untuk itu saya akhiri saja artikel mngenai cara menjawab pertanyaan wawancara kerja mengenai gaji, semoga bermanfaat.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...
 
Referensi: Superblogpedia dan Okezone

Saturday, December 14, 2013

Pertanyaan yang paling sering di ajukan pada saat Tes Wawancara

Pertanyaan yang paling sering di ajukan pada saat Tes Wawancara. Tes Wawancara (Interview test) adalah tes yang selalu dilakukan oleh tim rekrutmen perusahaan sebelum calon karyawan akhirnya diterima menjadi karyawan perusahaan atau instansi terkait.

Tujuan tes wawancara adalah untuk mengetahui dan mendalami sifat, karakter, dan pandangan calon karyawan terhadap profesionalisme dunia kerja. Singkatnya, melalui tes wawancara ini, sebuah perusahaan dapat mengetahui apakah peserta tersebut layak untuk diterima menjadi karyawan atau tidak melalui jawaban-jawaban yang diberikan kepada tim pewawancara.

Jika anda sudah sampai pada tahap tes wawancara ini, maka sebaiknya anda mempelajari 25 pertanyaan yang paling sering ditanyakan dalam tes wawancara agar anda dapat mempersiapkan diri dengan baik.

Baca juga: Cara jitu menjawab pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" pada saat wawancara  

Contoh pertanyaan dalam tes wawancara diantaranya sebagai berikut :

1. Ceritakan tentang diri anda.
Jawab : Ceritakan tentang riwayat pekerjaan anda dari pertama kali sampai dengan sekarang. Jawablah dengan singkat dan jelas.

2. Pengalaman apa yang anda miliki dalam bidang ini ?
Jawab : Ceritakan pengalaman kerja yang berhubungan dengan bidang yang anda lamar. Jika belum punya pengalaman di bidang itu, ceritakan terus terang anda punya keinginan untuk belajar dengan cepat di bidang baru tersebut.

3. Apakah anda merasa diri anda sukses ?
Jawab: Jawablah YA. Dan ceritakan singkat kenapa anda merasa anda sukses. Yaitu anda telah menetapkan target hidup, dan sebagian telah anda capai. Dan saat ini anda berada di jalur yang tepat untuk meraih semua target hidup anda tersebut.

4. Apa pendapat rekan kerja anda terhadap diri anda ?
Jawab: Jawablah komentar-komentar rekan kerja anda terhadap diri anda yang dapat menunjang karir anda

Baca juga: Jangan langsung menolak tawaran gaji dibawah standar 

5. Apa yang anda ketahui tentang perusahaan ini ?
Jawab: Sebelum wawancara ada baiknya anda caritahu informasi mendalam tentang profil perusahaan yang anda lamar sehingga anda mampu menjawab pertanyaan ini dengan baik. Pengetahuan anda tentang perusahaan bisa menjadi nilai tambah anda.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...
 

Sunday, October 27, 2013

Cara jitu menjawab pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" pada saat wawancara

Cara jitu menjawab pertanyaan "Apa Kelemahan Anda" pada saat wawancara.
Pernah ditanya "Apa Kelebihan Anda" pada saat wawancara tes kerja? Jawabannya pasti menunjukkan keprofesionalan Anda bahwa tidak ada yang lebih cocok untuk pekerjaan itu selain Anda. Tapi jika ditanya "Apa Kelemahan Anda" pasti anda akan sulit untuk menjawabnya.

Ini bukanlah pertanyaan jebakan, si pewawancara hanya ingin mengidentifikasi kejujuran dan kesadaran diri Anda, "saya tidak dapat memenuhi deadline untuk menyelamatkan hidup saya" bukanlah jawaban yang baik, tetapi "tidak masalah saya dapat melakukannya" adalah sebuah jawaban yang dapat menunjukkan kemampuan Anda dalam mengatasi tantangan yang menggambarkan diri Anda seorang profesional yang memiliki komitmen untuk terus meningkatkan diri dan tetap fokus pada kekuatan yang Anda miliki.

Ada tiga strategi yang dapat kita lakukan untuk memastikan membicarakan kelemahan Anda tidak akan menjadi titik lemah dalam wawancara berikutnya.

Baca juga: Daftar pertanyaan yang paling sering diajukan saat wawancara kerja 



1. Tunjukkan bagaimana Anda mengatasi sesuatu.

Jika Anda mampu menggambarkan pekerjaan yang berat menjadi ringan sehingga Anda terlihat kuat, mampu, dan bertanggung jawab dalam pengembangan karir Anda. Berikan contoh permasalahan yang saat ini Anda hadapi dengan menunjukkan bahwa Anda sanggup menghadapinya.

Contoh lainnya adalah menggambarkan sesuatu yang dulunya kelemahan Anda, namun hal itu sekarang telah menjadi suatu prestasi. Misalnya katakan “Saya selalu bekerja dalam perhitungan dan saya mengambil kursus di Excel, dan itu membantu saya dalam menangani proyek-proyek analisis kuantitatif menjadi lebih mudah. Jika Anda mau, saya dapat menunjukkan sebuah laporan yang baru saya kembangkan.”

2. Jelaskan ketidakpastian dalam latar belakang Anda

Jika latar belakang pendidikan dan pekerjaan Anda dahulu tidak sesuai dengan persyaratan yang Anda lamar, atau jika Anda tahu bahwa pewawancara meragukan pengalaman yang Anda miliki, inilah waktu yang tepat untuk mengatasi ketidak pastian tersebut.

Anda dapat bicara tentang sesuatu hal yang dianggap oleh pewawancara sebagai rintangan, namun di saat yang bersamaan, Anda dapat mengubahnya untuk menunjukkan kekuatan Anda. Sebagai contoh: “Ini mungkin terlihat seperti kelemahan terbesar saya, karena saya tidak memiliki pengalaman dalam penjualan, tetapi keterampilan yang saya dapatkan selama lima tahun penggalangan dana yang sangat relevan dengan posisi tersebut dan biarkan saya menjelaskannya kepada Anda mengapa seperti itu.”

Baca juga: Pertanyaan wawancara kerja "Coba Ceritakan Tentang Diri Anda.!" 

3. Gambarkan Kelemahan sebagai Sebuah Kekuatan

Ceritakan kekurangan yang dapat dijelaskan secara positif. Ubah istilah neurotik, keras kepala atau tidak mampu mendelegasikan pekerjaan? menjadi kata-kata yang dapat dipandang sebagai kekuatan seperti berdedikasi, persisten atau menyeluruh.

Sebagai contoh: “Saya cenderung perfeksionis,sehingga kadang-kadang saya sulit membiarkan proyek tersebut lepas dari tangan saya sampai hal itu benar-benar selesai.” Jawaban ini membahas area kelemahan Anda, dengan cara yang positif. Bagaimanapun strategi yang Anda gunakan, triknya katakanlah kelemahan Anda sejujurnya dengan cara yang positif.

Latih diri anda untuk menjawab pertanyaan seperti ini, sehingga dapat Anda jelaskan dengan mudah dan yang paling penting jelaskan hal tersebut secara singkat, jangan habiskan waktu terlalu banyak berbicara tentang kekurangan, sehingga memudahkan si pewawancara untuk menggali kelemahan Anda lebih jauh. Usahakan melewati bagian “kelemahan” secepat mungkin, sehingga bisa mendapatkan apa yang paling penting yaitu : “kekuatan” Anda.



REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi Psikotes di sini...
 
Download sepuluh pertanyaan yang sering diajukan saat wawancara,  klik link download/ unduh dibawah ini.
http://adf.ly/YJfFL


Saturday, December 1, 2012

Tips wawancara kerja

Tips wawancara kerja - Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

Dasar pemikiran lain kenapa perlu diadakan seleksi, yaitu adanya perbedaan potensi yang dimiliki setiap individu. Perbedaan itu akan menentukan pula perbedaan dalam pola pikir, tingkah laku, minat, serta pandangannya terhadap sesuatu. Kondisi itu juga akan berpengaruh terhadap hasil kerja. Bisa jadi suatu pekerjaan atau jabatan akan lebih berhasil bila dikerjakan oleh individu yang mempunyai bakat serta kemampuan seperti yang dituntut oleh persyaratan dari suatu pekerjaan atau jabatan itu sendiri. Ada beberapa tujuan spesifik dari wawancara psikologi.

ertama, observasi. Dalam hal ini calon kar-yawan dilihat dan dinilai. Mulai dari penampilan, sikap, cara menjawab pertanyaan, postur - terutama untuk pekerjaan yang memang membutuhkannya, seperti tentara, polisi, satpam, dan pramugari. Penilaian juga menyangkut bobot jawaban dan kelancaran dalam menjawab.

Demikian pula perilaku dan sikap-sikap yang akan muncul secara spontan bila berada dalam situasi yang baru dan mungkin menegangkan. Misalnya, mata berkedip-kedip atau memutar jari-jemari yang dilakukan tanpa sadar.

Dalam hal bobot jawaban, misalnya, si calon bisa dinilai apakah ia memberikan jawaban yang dangkal atau tidak, atau malah berbelit-belit. Jawaban berupa "Ingin naik pesawat" atau "Ingin ke luar negeri" merupakan contoh jawaban yang dinilai dangkal atas pertanyaan alasan menjadi pramugari.

Sedangkan kelancaran dalam menjawab biasanya dinilai dari berapa lama waktu yang dibutuhkan oleh seorang calon karyawan untuk menjawab pertanyaan.

Dalam wawancara psikologi yang diperlukan sebenarnya jawaban spontan dan tidak mengada-ada. Misalnya, apabila ditanya alamat, sebut saja alamat kita. Tidak usah ditambah-tambahi atau malah berlagak sok pintar.

Tujuan berikutnya dalam tes wawancara adalah menggali data yang tidak didapatkan dari tes tertulis. Misalnya, apakah istri bekerja, anak bersekolah di mana, masih tinggal bersama orangtua atau tidak, serta apa judul skripsi dan berapa nilai yang didapat.

Yang tidak kalah penting dalam mempengaruhi penilaian adalah kecocokan data. Benarkah data yang ditulis oleh sang calon?

Atas dasar itu seorang psikolog sering melontarkan pertanyaan untuk menilai tingkat pemahaman dan intelegensi si calon. Misalnya, calon mengaku berpendidikan S2, maka diajukan pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pendidikan itu. Bila jawabannya kurang bermutu, dapat saja diambil kesimpulan bahwa calon memiliki intelegensi yang kurang atau dianggap tidak serius selama menjalani proses pendidikan.

Sering juga terjadi hasil tes tulis bagus, tapi hasil wawancaranya kurang meyakinkan. Hal ini bisa terjadi karena mungkin ia telah beberapa kali mengikuti psikotes atau pernah mengikuti bimbingan psikotes. Tes ulang dapat menjadi alat untuk mengatasi keraguan itu.

Dalam konteks di atas, tidaklah mungkin seorang calon membohongi psikolog. Riskan pula bila dia tidak menjawab dengan sebenarnya. Terbuka sudah kepribadiannya yang tidak jujur, padahal kejujuran merupakan prasyarat penting untuk perusahaan.

Pada wawancara untuk evaluasi karyawan atau promosi jabatan biasanya data curiculum vitae (CV) dari instansi atau perusahaan sudah diberikan semua dari Bagian Personalia.

Manfaat lain wawancara adalah melengkapi data yang terlupakan atau tidak tertulis secara lengkap. Misalnya, sudah pernah mengalami psikotes atau belum. Kalau sudah, berapa kali? Untuk apa? Lulus atau tidak? Mungkin juga minat ataupun gaji yang diinginkan. Yang terakhir, manfaat wawancara yaitu untuk membuat keputusan.

Dari hasil pemeriksaan psikologi tertulis dan wawancara, dibuatlah kesimpulan, apakah calon ini memenuhi syarat seperti job description yang diberikan oleh perusahaan atau tidak.

Terkadang ada psikotes yang tidak menggunakan wawancara. Semua itu tergantung tujuan pemeriksaan, ketersediaan data yang mungkin sudah lengkap, serta tidak begitu mensyaratkan penampilan atau postur. Misalnya, bila yang diperlukan operator komputer, yang penting dia bisa komputer dan inteligensinya cukup.

Mengapa gagal?
Banyak calon karyawan gagal dalam psikotes, termasuk di dalamnya wawancara. Mengapa?

Sesungguhnya, hasil pemeriksaan psikologi bersifat rahasia, dalam arti tidak setiap orang dapat menerjemahkan dalam bahasa sehari-hari. Jadi, yang berhak adalah psikolog yang berkompeten.

Hal itu berbeda dengan tes kesehatan, di mana jenis kegagalan dapat disebutkan dengan jelas dan biasanya dapat pula dilihat. Sementara hasil psikotes masih merupakan data kasar berupa angka-angka sehingga perlu dijelaskan dalam bahasa awam oleh psikolog, untuk dijadikan data kualitatif.

Pada dasarnya psikotes bukan ujian. Psikotes tidak mengukur prestasi melainkan potensi dasar setiap individu. Dalam tes prestasi ada materi yang dapat dipelajari, misalnya bahasa Inggris. Bila seseorang mendapat nilai B dalam pelajaran itu, berarti penguasaan materi Bahasa Inggrisnya baik.

Sedangkan psikotes mengukur potensi dasar yang dimiliki tiap individu. Seseorang yang memang pada dasarnya cerdas, dites seperti apa pun tetap akan baik hasilnya. Asalkan dia serius pada saat mengerjakan dan tidak terganggu konsentrasinya sehingga dapat bekerja secara optimal.

Untuk mengurangi risiko gagal, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Yang pertama, penampilan fisik. Perhatikan dengan saksama apalagi bila profesi yang akan dimasuki mensyaratkan penampilan menarik seperti pramugari, teller bank, atau sekretaris. Sedangkan tentara/polisi lebih menitik-beratkan pada postur ideal antara tinggi dan bobot badan, serta ada persyaratan minimal tinggi badan.

Perhatikan juga cara berpakaian, sebaiknya sesuaikan dengan situasi dan suasana. Misalnya, dalam wawancara untuk calon pramugari sebaiknya tidak mengenakan pakaian yang tidak selayaknya, seperti celana panjang berbahan jins. Atau menggunakan sepatu sandal, meskipun sedang mode.

Kerapian dan kesopanan berpakaian juga dipertimbangkan. Misalnya, tidak mengenakan kemeja yang lengan panjangnya dilipat, atau hanya mengenakan kaus, atau kemeja tidak dimasukkan.

Sikap pun memberikan nilai penting. Yang dimaksud dengan sikap ialah bagaimana si calon karyawan dapat menempatkan diri pada posisi yang tepat. Sebaiknya bersikap wajar saja, tidak dibuat-buat, tetapi juga tidak tegang atau gugup.

Selain itu, biasanya dinilai pula kesopanan yang sesuai dengan norma. Misalnya, tidak tampak menjilat, mengetuk pintu bila akan masuk ruangan, atau kalau belum dipersilakan duduk, ya, jangan duduk dulu. Dalam menjawab pertanyaan tidak bertele-tele, langsung pada inti masalah. Kemudian menjawab secara jujur, tidak perlu ditutup-tutupi. Misalnya, pernah tidak naik kelas atau pernah gagal pada tes di perusahaan lain.

Selain itu, dalam menjawab tidak usah menggurui, meskipun si calon sudah memiliki pendidikan yang cukup tinggi, pengalaman cukup banyak, atau dari segi usia lebih tua daripada si pewawancara.

Jangan pula menjawab dengan sombong, misalnya mengaku sebagai atlet yang sudah keliling ke banyak negara dan memiliki segudang prestasi. Bangga boleh-boleh saja, tetapi kalau hasil psikologi tertulisnya kurang baik, tetap saja tidak lulus.

Yang tidak kalah penting, tidak usah bertanya. Meski merasa optimistis dengan hasil tes tulis dan merasa bisa mengerjakan, calon tidak perlu bertanya mengenai hasilnya. Pada dasarnya wawancara adalah tes juga sehingga hal ini akan mempengaruhi penilaian. Selain itu, situasi yang dihadapi saat itu adalah situasi tes, bukan konsultasi psikologi. Pertimbangkan pula banyak calon lain yang menunggu.

Umumnya, untuk memperoleh informasi penting dari calon karyawan digunakan metode FACT, yaitu:

F: Feeling. Tentang apa yang dirasakan oleh orang itu. Ditanyakan minatnya, gambaran pekerjaan, apakah juga sudah terbayang.
A: Action. Mengenai tindakan-tindakan apa yang telah dilakukan.
C: Condition. Kondisi/situasi/keadaan di mana kejadian itu berlangsung.
T: Thinking. Mengenai apa yang dipikirkan atau yang diinginkan oleh orang pada saat itu.

Pemahaman yang lebih baik tentang wawancara psikologi akan membuat kita lebih mudah mempersiapkan diri menghadapi jenis wawancara ini. Yang pasti, wawancara psikologi tidak perlu ditakuti dan tidak bisa dibohongi.

REKOMENDASI: Panduan Lulus Seleksi di Perbankan dan BUMN klik di sini...